Published On:Minggu, 08 Desember 2013
Posted by Unknown
Tantangan Besar Bagi Sang Jendral Sutarman
Jakarta, Jatim Express- Hari Anti Korupsi yang bertepatan 9 Desember 2013 ini harus dijadikan momentum oleh Kapolri Sutarman untuk merealisasikan janjinya saat fit and proper test di Komisi III DPR.
Artinya, Jendral Sutarman perlu membuat langkah yang konkrit dalam pemberantasan korupsi, misalnya memulai penanganan dugaan korupsi TNKB atau kasus rekening gendut.
Dalam memperingati Hari Anti Korupsi 2013 ini, Ind Police Watch (IPW) menekankan bahwa pemerintah dan segenap aparaturnya harus konsisten dalam pemberantasan korupsi, terutama aparatur penegak hukum, termasuk polisi.
"Sudah waktunya Polri memprioritaskan pemberantasan korupsi di internalnya lebih dulu, sebelum memberantas korupsi di institusi lain" kata Neta S Pane (Ketua Presidium Ind Police Watch), Senin.
"Citra Polri sebagai lembaga terkorup harus dihapus. Polri harus berani memenjarakan jenderal-jenderalnya yang korups," tambahnya.
Setelah itu Polri harus mengerahkan aparatnya untuk fokus pada pemberantasan korupsi di daerah, terutama menjelang pemilu, pilkada, dan pilpres 2014 dimana pada momentum ini sering dibanjiri politik uang.
Aparat Polri dan masyarakat harus bersama-sama memerangi caleg dan partai korup. Polisi harus mengusut caleg dan oknum-oknum partai yang korup.
Masyarakat diimbau tidak memilih caleg dan partai korup. Gerakan kampanye caleg dan partai korup harus terus menerus dikumnadangkan. Sehingga kerjasama masyarakat dan polisi sbg aparat penegak hukum, dalam pemberantasan atau memerangi korupsi menuai hasil.
Jika korupsi terus berkembang, keadilan tidak akan tercapai di negeri ini. sehingga memudahkan Para koruptor membeli hukum dan rakyat menjadi korban penjarahan di negerinya sendiri (ach)

